Skinpress Rss

Saturday, November 19, 2016

PENGARUH KEBUDAYAAN LUAR TERHADAP KEBUDAYAAN INDONESIA

0

PENGARUH KEBUDAYAAN LUAR TERHADAP
KEBUDAYAAN INDONESIA 




A. Kebuyaan Hindu Budha

Manusia hidup dan berkembang di permukaan bumi karena manusia sebagai makhluk yang memiliki akal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Melalui akalnya manusia memiliki hasil karya yang disebut sebagai kebudayaan.

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “buddhayah” atau “buddhi” yang berarti akal. Saat ini para ahli sepakat mengartikan kebudayaan, sebagai sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengaruh bagi manusia dalam bersikap dan berprilaku baik secara individu maupun kelompok.

Adapun perkembangan dan perubahan kebudayaan senantiasa terhjadi. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yang menjadi unsur-unsurnya,yaitu; bahasa, pengetahuan, organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, mata pencaharian hidup, religi dan kesenian. Tiap-tiap unsur kebudayaan universalitu menjelma dalam ketiga wujud kebudayaan,yakni; gagasan, artefak, dan aktivias.

Masyarakat Indonesia sejak jaman dulu sudah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain memalui aktivitas perdaganagn. Dengan interaksi perdagangan masuk pualberbagai pengaruh Hindhu-Budha. Pengaruh-pengaruh tersebut telah menyebabkan terjadinya perubahan pada masyarakat Indonesia

Proses masuk dan berkembannya agama dan kebudayaan Hindhu-Budha di Indonsesia

India merupakn tempat awal berkembangnya agama dan kebudayaan Hindhu-Budha sekitar 2000 tahun SM, yaitu pada masa peradaban lembah sungai Indus. Melalui hubungan perdagangan antara Indonesia dengan India, maka berkembang pula agama dan kebudayaan Hindu-Budha yang dibawa oleh para pedagang di Indonesia. Pada awalnya agama ini dianut oleh raja-raja dan bangsawan. Dari lingkungan raja dan bangsawan itulah agama Hindhu-Budha tersebar ke lingkungan rakyat biasa.

Penyiaran agama Budha dan agama Hindu. Dalam penyebaran agama Budha mengenal adanya misi penyiaran agama yang disebut dharmadhuta.tersiarnya agama Budha di Indonesia pada abad 21Masehi. Sedangkan proses masuknya dibawa oleh para pedagang. Terdapat beberapa teori yang berbeda tentanf penyebaran agama Hindu di Indonesia. Dari teori-teori tersebut teori Brahmana lah yang sesuai dengan bukti yang ada. Teori ini dibuktikan dengan dua hal,yakni :

1. Agama Hindu bukan agama yang demokratis
2. Prasasti di Indonesia yang pertama berbahasa sansekerta

Perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia menimbulkan perpaduan budaya antara budaya Indonesia dengan budaya Hindhu-Budha perpaduan dua budaya yang berbeda ini disebut juga dengan akulturasi, dimana kedua unsur kebudayaan bertemu dan dapat hidup berdampingan dan saling mengisi dengan tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut.

Unsur-unsur kebudayaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia diterima dan diolah serta disesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia tanpa menghilangkan unsur-unsur asli Indonesia tersebut.

Karena itu, unsur-unsur kebudayaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima begitu saja. Hal ini disebabkan:

1. Masyarakat indonwsia telah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi

2. Kecakapan istimewa bangsa Indonesia yang disebut dengan istilah lokal genius

Munculnya pengaruh Hindu-Budha (India di Indonesia sangat besar dan dapat dilihat melalui beberapa hal sebagai berikut.

a. Seni Bangunan

Seni bangunan yang menjadi bukti berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia pada bangunan candi.

b. Seni Rupa/Seni Lukis

Unsur seni rupa atau seni lukis India telah masuk ke Indonesia yang dibuktikan dengan ditemukanya patung Budha berlanggam Gandara di Kota Bangun, Kutai

c. Seni Sastra

Seni sastra India turut memberi corak dalam seni sastra Indonesia. Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia , prasasti tersebut ditulis huruf Pallawa

d. Kalender

Diadopsisnya sistem penanggalan atau kalender India di Indonsa merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat denagan adanya penggunaan tahun saka. Dan juga ditemukan Candra Sangkala yaitu untuk memperingati tahun Saka.

e. Kepercayaan dan Filsafat

Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia, bangsa Indonesia telah mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Tradisi Hindu-Budha mengalami perkembangan yang cukup pesat di wilayah Indonesia dan berpengaruh pada segala sector kehidupan masyarakatnya, antara lain pada sector-sektor berikut.

a. Pemerintahan
b. Sosial
c. Ekomomi
d. Kebudayaan
e. Pendidikan dan pembentukan jaringan intelektual

Kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Budha

1. Sistem dan struktur sosial masyarakat

Pengaruh kebudayaan Hindu dalam sistem sanstruktur sosial dapat dilihat dari penerapan sistem pembagian kasta dalam masyarakat Hindu Indonesia dengan masyarakat Hindu India memiliki perbedaan-perbedaan yang mendasar. Misalnya, kasta dalam masyarakat Hindu India digunakan untuk membedakan status sosial yang sangat mendasar.

Pada masyarakat memperoleh pengaruh Budha tidak mengenal adanya kasta, tetapi dikenal adanya kelompok-kelompok dalam masyarakt, seperti :

1. Kelompok masyarakat Bhiksuni; kelompok yang tinggal di dalam wihara
2. Kelompok masyarakat umum; merupakan kelompok yang masih terpengaruh oleh unsur-unsur kehidupan duniawi

Sistem dan struktur masyarakat Indonesia yang mendapat pengaruh Budha berkembang pada masa kerajaan Hindu-Budha keperti kerajaan Holing, Sriwijaya, dan Syailendra.

2. Struktur birorasi kerajaan-kerajan Hindu-Budha di berbagai daerah d indonesia

Struktur birokrasi kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di berbagai wilayah Indonesia tidak sama, karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan tradisi masyarakatnya. Sebagai contoh, stuktur birokrasi di kerajaan Sriwijaya sebagai sebuah kerajaan maritim, maka sasaran dalam perluasan wilayah kekuasaanya lebih banyak tertuju untuk menguasai daerah lautan, maupun jalur dan pusat-pusat perdagangan yang sangat strategis dalam rangka menambah pendapatan Negara.

Dengan demikian, struktur birokrasinya bersifat langsung, karena raja memegang peranan penting dalam pengawasan terhadap tempat-tempat yang dianggap strategis. Raja dapt memberikan penghargaan terhadap penguasa daerah yang setia, dan sebaliknya dapat menjatuhi hukuman terhadap menguasa daerah yang tidak setia.

3. Sistem penguasa tanah,pajak, dan tenaga kerja pada masa kerajaan Hindu-Budha

Pada masa berkembangnya kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, apa saja yang ada di dalam wilayah kerajaan menjadi milik kerajaan sepenuhnya. Dengan kata lain, rakyat rela mempersembahkan segalanya untuk kepentingan kerajaan. Termasuk kepemilikan tanah juga dikuasai kerajaan, walaupun rakyat diberi kekuasaan untuk menggarapmya atas nama kerajaan.

Pemberlakuan pajak sudah mulai ada guna membiayai segala keperluan kerajaan. Pajak ditarik dari hasil panen rakyat oleh para pejabat ditingkat daerah untuk diserahkan kepada raja pusat. Ditingkat pusat terdapat petugas khusus yang mencatat luas kepemilikan lahan serta menetapkan pajak yang harus dipungut. Sehingga setiap daerah memiliki pembayaran pajak yang berbeda.

Kesetiaan yang tinggi bagi rakyatnya mempermudah raja dalam mengerahkan tenaga kerja. Biasanya seorang raja meminta kepada rakyatnya untuk mengerjakan sesuatu, seperti membangun jalan-jalan, candi-candi dan lain-lain. Mereka tanpa pamrih untuk mengerjakan apapun yang menjadi kewajiban terhadap raja.


4. Bukti arkeologis dari pengaruh tradisi Hindu-Budha

Apabila ditelusuri bukti-bukti arkeologis pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia, terdapat berbagai jenis dan bentuk benda-benda hasil budaya masyarakatnya. Bukti-bukti tersebut diantaranya candi, patung dewa, prasasti dan lain-lain.

Ada perbedaan fungsi dari pengertian candi. Pembuatan candi pada masa pengaruh Hindu diperuntukkan sebagai makam para raja yang wafat. Misalnya, candi prambanan. Sedangkan dalam budaya Budha, merupakn tmpat pemujaan kepada Tuhan Yang Mahaesa. Misalnya, candi Borobudur dan muara takus

Apabila dikelompokkan, candi-candi yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia terdiri dari tiga kelompom besar, yaitu: candi jenis Jawa Tengah Utara, candi jenis Jawa Tengah Selatan. candi jenis Jawa Timur.

Sedangkan peninggalan lainnya seperti prasasti-prasasti atau tulisan dibatu, misalnya prasati Ciaruteun peninggalan kerajaan Tarumanegara. Merupakan cap telapak kaki pada batu melambangkan kekuatan Raja Purnawarman pada masa itu.

Beberapa kerajaan yang terkenal di Indonesia yang mendapatkan pengaruh Hindu-Budha diantaranya: Kerajaan Kutai (Kaltim), Kerajaan Sriwijaya ( Sumsel), Kerajaan Melayu ( Jambi).


Kemunduran tradisi Hindu-Budha di Indonesia

Perkembangan pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia cukup besar, karena dapat memengaruhi seluruh sektor kehidupan masyarakatnya, bahkan tidak kurang dari 1000 tahun (400) M-1478 M) yaitu mulai dari perkembangan kerajaan Kutai hingga runtuhnya kerajaan Majapahit.

Terdapat beberapa al yang menyebabkan runtuhnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia, yaitu:

a. Tersedaknya kerajaan-kerajaan sebagai akibat munculnya kerajaan yang lebih besar dan kuat
b. Tidak ada peralihan kepemimpinan atau kaderisasi
c. Berlangsungnya perang saudara yang melemahkan kekuasaan kerajaan
d. Banyaknya daerah melepaskan diri karena lemahnya pemerintah
e. Kemunduran ekonomi dan perdagangan
f. Tersiarnya agama dan kebudayaan islam yang mudah diterima oleh para adipati di daerah pesisir.

Setelah runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, bukan berarti trsadisinya juga ikut lenyap . Kebudayaan Hindu-Budha masih terus bertahan di daerah-daerah yang mendapat pengaruh Islam.

B. Kebudayaan Islam

Selain melakukan hubungan dagang dengan Cina dan India, masyarakat Indonesia juag melakukan interaksi perdagangan dengan bangsa Arab yang membawa pengaruh islam. Selama berabad-abad Islam berkembang di Indonesia, telah banyak yang bercorak Islam, marupakn bukti kejayaan perkembanagan Islam di Indonesia.

Agama Islam pertama kali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berasal dari keturunan suku Quraisy, Arab. Beliau mulai mengajarkan agama Islam kepada bangsa Arab Mekkah yang Jahiliyah.

Secara politis, agama Islam telah dapat memepersatukan selurih suku bangsa Arab yang dulunya terpecah-belah. Agama Islam berhasil mempersatukan bangsa Arab menjadi suatu bangsa yang kuat dan berderajat tinggi. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, mucullah para khalifah yang berfungsi menggantikan jabatan Nabi.

Teori masuknya agama dan kebudayaan islam di Indonesia

Agama dan kebudayaan Islam mengalami perkmbanagan cukup pesat di wilayah Indonesia yang dilakukan dengan damai melalui aktivitas perdagangan. Karena itu perkembangannya berawal dari daerah pasir pantai.

Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, diperkirakan agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 M, yaitu pada masa kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Penafsiran para ahli ini diperkuat oleh informasi-informasi dimana pada saat itu telah terdapat pedagang-pedagang Arab yang melakukan aktivitas perdagangannya di kerajaan itu.

Pendapat lain membuktikan bahwa agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang Islam yang berasal dari Gujarat (India) . proses penyiaran agama Islam di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara selain perdagangan, seperti melalui perkawinan, politik, pendidikan, kesenian dan tasawuf sehingga mendukung meluasnya ajaran Islam

1. Perdagangan
Para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan India telah ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia sejak abad ke-7 M. hal ini, menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang Islam.
2. Perkawinan
Para pedagang islam melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang lama, banyak diantara mereka yang hidup menetap dan mempererat hubungan dengan penduduk pribumi atau kaum bangsawan.
3. Politik
Pengaruh kekuasaan seorang raja berperan besar dalam proses Islamisasi. Ketika seorang raja memeluk agama Islam, maka rakyatnya juga akan mengikti jejak rekannya.
4. Pendidikan
Para ulama, kyai, dan santri-santri memiliki peranan penting dalam penyebaran agama dan budaya Islam. Mereka mendirikan pondok-pondok pesantren, dari pesantren inilah pengembangan mengembangan agama Islam ke masyarakat dan membangunan tempat ibadah
5. Kesenian
Saluran kesenian dapat dilakukan dengan mengadakan pertunjukan seni gamelan
6. Tasawuf

Para ahli tasawuf hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat.

Melalui berbagai saluran di atas, Islam dapat diterima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke-13 M. Alasannya adalah sebagai berikut.

a. Islam bersifat terbuka, sehingga penyebaran agama Islam dapat dilakukan oleh siapa saja atau oleh setiap orang muslim
b. Penyebaran dilakukan secara damai
c. Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat
d. Upacara-upacara dalam agama Islam dilakukan secara sederhana
e. Ajaran berupaya untuk menciptakan kesejahtraan kehidupan masyarakat dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu

Pengaruh kebudayaan Islam salam berbagai kehidupan masyrakat Indonesia

Muncunya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Samudra Pasai mempunyai pengaruh besar terhadap nerdiri dan berkembangnya kerajaan dan kebudayaan Islam pada masa berikutnya. Budaya Islam telah berpengaruh dalam segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Namun, pola dasar kebudayaan yang bersifat tradisional masih tetap kuat, sehingga terdapat suatu wujud dan bentuk perpaduan budaya tradisional Indonesia dengan budaya Islam atau disebut akulturasi budaya, perpaduan ini, terlihat dengan jelas pada hasil-hasil budayanya seperti seni bangunan, aksara, atau seni rupa, seni sastra dan lainnya.

Disamping hasil-hasil budaya tersebut, perkembangan tradisi Islam di Indonesia dapat diketahui dari kehidupan sosial dalam masyarakat di berbagai daerah. Bahkan berdasarkan ajaran Islam tidak ada golongan-golongan dalam kehidupan sosial masyarakatnya, setiap manusia memiliki derajat dan hak yang sama.

Adanya, persamaan derajat dan hak ini menyebabkan perkembangan tradisi Islam di Indonesia semakin pesat, terutamapada masyarakat di daerah pesisir atau di kota-kota Bandar perdagangan.

Beberapa kerajaan di Indonesia yang mendapat pengaruh Islam dalam sisitem pemerintahannnya antara lain Kerajaan Islam, Mataram Islam, Bnjar, Banten, Gowa, dan Aceh, sistem pemerintahan atau birokrasi pada kerajaan Isam yang pernag berjuasa, memiliki banyak persamaan. Kaun agama dan para pemuka agama seperti para kyai mendapat tempat tinggi di masyarakat. Masyarakat memandang para ulama sebaga pemimpin dan mereka mematuhi nasihat-nasihatnya.

Raja beserta keluarga, para pejabat istana, syahbandar, dan kaum nigrat besera golongan ulama merupakan golongan atas dalam masyarakat saat itu. Diluar itu rakyat jelata yang terdiri atas para pedagang kecil, tukag, pengrajin dan petani. Pengaruh tradisi Islam selain telah perubah sistem sosial budaya masyarakat seperti yang telah disebutkan juag memengaruhi pembentukan jarinagn ekonomi dan intektual dalam masyarakat.

Perwujudan akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Islam

Bukti-bukti elah terjadinya akulturasi kebudayaan asli indonesi dengan kebudayaan Islam dapat dilihat dalam wujud seni bangunan seperti masjid, makam, seni rupa, dan seni sastra. Dilihat dari arsitekturnay masjid yang terdapat di Indonesia berbeda dengan mesjid dinegri lain. Terutama pada mesjid-mesjid kuno

Makam sebagi tempat kediaman yang terakhir, diusahakan pula menjadi perumahan yang sesuai dengan orang yang dikubur. Pemakaman raja bentuknya seperti istana biasanya makam orang Islam diperkuat dengan menggunakan batu yang disebut jirat atau kijing. Diatas jirat didirikan sebuah rumah yang disebut cangkup atau kubah

Penulisan aksara-aksara (huruf-huruf) Arab di Indonesia biasanya dipadukan dengan seni Jawa. Penulisan Arab yang indah atau deni kaligrafi turut mewarnai perkembanagn seni rupa Islam di Indonesia kalimat yang ditulis bersumber pada ayat-ayat al Quran maupun hadist


DAFTAR PUSTAKA 
Sapriya, dkk. (2006). Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI PRESS