Skinpress Rss

Showing posts with label Resume konsep dasar IPS. Show all posts
Showing posts with label Resume konsep dasar IPS. Show all posts

Saturday, January 21, 2017

BLOG SONIA: PROSES MASUK DAN PENGARUH KEBUDAYAAN BARAT DI INDONESIA

0

PROSES MASUK DAN PENGARUH KEBUDAYAAN BARAT DI INDONESIA




Masuknya pengaruh kebudayaan Barat atau Eropa ke Indonesia banyak diwarnai dengan Paham Kolonialisme dan imperialisme yang saat itu memang sedang berkembang di Eropa. Paham Kolonialisme dan Imprealisme mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk mencari dan memperluas wilayah-wilayah kolonialnya. Indonesia yang kaya akan sumber alam menjadi rebutan bangsa-bangsa Eropa untuk dijadikan koloninya

Kolonialisme dan Imprealisme berkembang di Eropa karena dipicu oleh beberapa factor yang mempengaruhinya saat itu, seperti adanya Merkantilisme, Revolusi Industri dan Kapitalisme. Merkanrilisme merupakan suatu kebijakan poltik dan ekonomi dari Negara-negara imprerialis dengan tujuan untuk memupuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standard an ukuran kekayaan yang dimiliki, kesejahtraan dan kekuasaan Negara tersebut. Gerakan ini menjadi mapan untuk saat itu

Sementara itu, pada abad ke-16 dan 17 banyak Negara-negara Eropa yang menemuakan bentuk dan identitanya serta telah menjadi Negara nasional. Tiap-tipa Negara nasional berusaha untuk memperkuat kedudukannya didalam negri. Kuat atau tidaknya posisi mereka banyak ditentukan oleh masalah-masalah didalam negrinya. Sedangkan pemecahan masalah didalam negri memerlukan biasya yang sanagat besar. Untuk mendapatkan biaya itu masing-masing Negara nasional di Eropa menempuh dengan cara perdagangan ke luar wilayahnya.

Selain itu, pertumbuhan perekonomian di Eropa setelah revolusi industry berjaln cepat, sehngga berakibat luas pada keadaan masyarakat. Bebrbagai penemuan peralatan kerja untuk meningkatkan hasil produksi telah menandai perubahan yang radikal dan cepat terhadap kemampuan manusia.

Rovolusi industri pada awalnya berkembang di Inggris, untuk kemudian menyebar luas di daratan Eropa. Akibat dari percepatan dalam proses produksi karna revolusi industri, maka kebutuhan bahan baku sanagt tingg. Untuk memenuhi bahan baku tersebut, bangsa-bangsa Eropa mencari daerah-daerah yang kaya bahan mentah dan bahan baku, untuk kemudian menjadikannya sebagai daera koloni atau jajahan, termasuk Indonesia.



Proses Masuknya Kebudayaan Barat di Indonesia

Zaman pengaruh kebudayaan Barat atau Eropa di Kepulauan Nusantara didahului dengan adanya aktivitas perdagangan bangsa Prortugis pada awal abad ke-16, setaelah sebelumnya Negara Protugal pada tahun 1511 dapat menaklukan perlabukan Negara Malaka yang letaknya sanagn strategis, sebagai pintu gerbang untuk memasuki laut-laut Nusantara dari arah barat. Walaupun demikian, bangsa Protugis tidak lama bisa berjuasa sendiri karena bangsa-bangsa Eropa lainnya juga datang berlayar sampai di daerah nusantara untuk berdagang rempah-rempah, seperti Inggris, Spayol dan Belanda. Akhirnya, bangsa Belandalah denagn perusahaan dagangnya VOC, berhasil menduduk tempat-tempat yang paling strategisseperti Kepulauab Maluku Tengah (Ambon, Seram, Banda).

Kemudian mereka kembali berhasil direbutnya dari Protugis pada tahun 1641. Bangsa Belanda telah mendirikan sebuah benteng dan kota pelabuhan yang kuat, dengan benteng itu bangsa Belanda dapat menjaga dan menguasai Banten, mengamankan politik monopoli perdaganagnnya, serta hubungan pelayarannay antar Maluku dan Malaka.

Akhir abad ke-18, perusahaan dagang Belanda (VOC) mundur, sehingga terpaksa dinyatakan bangkrut dalam tahun 1799, dengan demikian, semua miliknya di Indonesia diambil alih oleh kerajaan Belanda, dan dengan itu daerah-daerah di Indonesia yang selama itu dikuasai oleh VOC menjadi jajahan Negara Belanda,

Pada waktu penagmbilan-alihan pada akhir abad ke-18 tersebut, belum senua daerah yang sekarang menjadi wilayah NKRI itu dikuasai oelh Belanda. Banyak daerah lain di luar Jawa baru kemudian sepanjang abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, dikuasai oleh Belanda. Bengkulu misalnya baru ditukar denagn Singapura dan Inggris pada suatu perjanjian diplomatic antara Inggris dengan Belanda sesudah mereka berhasil untuk ikut campur tanagn dalam perang Padri tahun 1837.



Pengaruh Kebudayaan Barat (Belanda) di Indonesia

Pusat-pusat kekuasaan pemerintah Belanda merupakan kota-kota pemerintahan, seperti kota provinsi, kota kabupaten dan kota distrik. Kota-kota tersebut kecuali dalam hal luas tidaknya wilayah, pada umumnya memiliki pola yang sama. Pusat kota merupakan suatu lapangan (alun-alun) yang dikelilingi oleh gedung-gedung panting, seperti pendopo yaitu rumah dan kantor kepala pemerintahan, masjid, penjara, rumah gadai, dan beberapa kantor lainnya; kmudian ada kampug Cina yang merupakan toko-toko barang, kelontong, pasar dan beberapa pertukaran dan industry kecil yang memberi pelayanan kepada penduduk kota.

Terutama yang ada di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku, berkembangkah dua lapisan sosial lapisan pertama adalah kaum buruh yang telah meninggalkan pekejaan petani dan bekerja dengan tangan dalam berbagai macam lapangan pertukanagan sebagai pelayan di rumah tangga orang pegawai atau pedagang-pedagang Tionghoa, atau sebagai buruh dalam perusahaan dan industry kecil. Lapisan kedua adalah kaum pegawai (di Jawa disebut kaum Priyayi) yang bekerja dibelakang meja atau dikantor-kantor pemerintahan. Dalam lapisan sosial ini, pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemahiran dalam bahasa belanda menjadi syarat utama untuk naik kelas sosial.

Dalam beberapa kota di Jawa dan di beberapa daerah lain di Indonesia teelah mulai berkembang pula, suatu golongan orang pedagang Indonesia yang dapat menempati sector-sektor dalam ekonomi indonesi di tingkat menengah, yang belum atau tidak diduduki oleh orang-orang Tionghoa, seperti kerajinan tangan batik, tenun, rokok kretek dan lain-lain,

Sampai sekarang ini, kebudayaan dengan mentaliet pegawai negri masih amat mempengaruhi kehidupan kebudayaan Indonesia pada umumnya. Anda bisa menyaksikan sendiri bagaimana membludaknya masyarakat Indonesia yang mengikuti ujian CPNS beberapa tahun terakhir ini. Sebaliknya mentalitet yang mengarah pada kemandirian atau kewirausahaan masih belum membudayakan pada masyarakat Indonesia. Banyak orang Tionghoa juda dimasukkan oleh Belanda untuk dipekerjakan sebagai kuli dan buruh dalam peetambangan dan perkebnan orang Belanda.

Struktur ekonomi rakyat Indonesia, dimana sebagian besar hidup di desa-desa, tetep berada dalam keadaan miskin dan tidak ikut terseret dalam proses perkembangan dan kemajuan ekonomi serta kemakmuran luar biasa yang dialami oleh kaum penjajah itu. Namun, dalam keadaan serba miskin itu, rakyat Indonesia, terutama di Jawa, dimana kekuasaan Belanda sedang mendominasi, menaglami suatu proses kenaikan jumlah penduduk dengan suatu laju yang luar biasa cepatnya.

Pengaruh kebudayaan Eropa ke dalam kebudayaan Indonesia yang bersifat positif adalah pengaruh ilmu engetahan dan teknologi dalam kehidupan ornag Indonesia, walaupun sampai masa sekarang ini apresiasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi masih tetap terbatas pada suatu bagian yang kecil pada masyarakat Indonesia, namun kesadaran mengenai pentingnya hal itu demi kemajuan sudah mulai ada pada suatu kalangan yang luas di negri ini.

Pengaruh kebudayaan Barat atau Eropa yang juga masuk ke dalam kebudayaan Indonesia dalam rangka kolonialisme Belanda, ialah tersebarnya agama Kalotik dan Kristen Protestan (terutama aliran Calvinisme) penyiaran terutama dilakukan di daerah-daerah dengan peduduk yang belum pernah mengalami pengaruh Hindu-Budha, atau yang belum memeluk agama Islam.

Selain itu, hasil kebudayaanm Barat di Indonesia juga dapat disaksiakan sampai sekarang dimana masih terdapatnya gedung-gedung tua yang bergaya Eropa, terutama dikota-kota besar seperti Bndung, Jakarta, Surabaya, Semarang dan beberapa kota di luar Jawa. Gedung-gedung tersebut tetap berdiri kokoh sampai sekarang dan masih digunaan untuk kantor-kantor pemerintah, markas militer, bandk, rumah sakit dan lain-lainnya,
 DAFTAR PUSTAKA
Sapriya, dkk.(2006). Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI PRESS


Saturday, November 19, 2016

PENGARUH KEBUDAYAAN LUAR TERHADAP KEBUDAYAAN INDONESIA

0

PENGARUH KEBUDAYAAN LUAR TERHADAP
KEBUDAYAAN INDONESIA 




A. Kebuyaan Hindu Budha

Manusia hidup dan berkembang di permukaan bumi karena manusia sebagai makhluk yang memiliki akal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Melalui akalnya manusia memiliki hasil karya yang disebut sebagai kebudayaan.

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “buddhayah” atau “buddhi” yang berarti akal. Saat ini para ahli sepakat mengartikan kebudayaan, sebagai sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengaruh bagi manusia dalam bersikap dan berprilaku baik secara individu maupun kelompok.

Adapun perkembangan dan perubahan kebudayaan senantiasa terhjadi. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yang menjadi unsur-unsurnya,yaitu; bahasa, pengetahuan, organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, mata pencaharian hidup, religi dan kesenian. Tiap-tiap unsur kebudayaan universalitu menjelma dalam ketiga wujud kebudayaan,yakni; gagasan, artefak, dan aktivias.

Masyarakat Indonesia sejak jaman dulu sudah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain memalui aktivitas perdaganagn. Dengan interaksi perdagangan masuk pualberbagai pengaruh Hindhu-Budha. Pengaruh-pengaruh tersebut telah menyebabkan terjadinya perubahan pada masyarakat Indonesia

Proses masuk dan berkembannya agama dan kebudayaan Hindhu-Budha di Indonsesia

India merupakn tempat awal berkembangnya agama dan kebudayaan Hindhu-Budha sekitar 2000 tahun SM, yaitu pada masa peradaban lembah sungai Indus. Melalui hubungan perdagangan antara Indonesia dengan India, maka berkembang pula agama dan kebudayaan Hindu-Budha yang dibawa oleh para pedagang di Indonesia. Pada awalnya agama ini dianut oleh raja-raja dan bangsawan. Dari lingkungan raja dan bangsawan itulah agama Hindhu-Budha tersebar ke lingkungan rakyat biasa.

Penyiaran agama Budha dan agama Hindu. Dalam penyebaran agama Budha mengenal adanya misi penyiaran agama yang disebut dharmadhuta.tersiarnya agama Budha di Indonesia pada abad 21Masehi. Sedangkan proses masuknya dibawa oleh para pedagang. Terdapat beberapa teori yang berbeda tentanf penyebaran agama Hindu di Indonesia. Dari teori-teori tersebut teori Brahmana lah yang sesuai dengan bukti yang ada. Teori ini dibuktikan dengan dua hal,yakni :

1. Agama Hindu bukan agama yang demokratis
2. Prasasti di Indonesia yang pertama berbahasa sansekerta

Perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia menimbulkan perpaduan budaya antara budaya Indonesia dengan budaya Hindhu-Budha perpaduan dua budaya yang berbeda ini disebut juga dengan akulturasi, dimana kedua unsur kebudayaan bertemu dan dapat hidup berdampingan dan saling mengisi dengan tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut.

Unsur-unsur kebudayaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia diterima dan diolah serta disesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia tanpa menghilangkan unsur-unsur asli Indonesia tersebut.

Karena itu, unsur-unsur kebudayaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima begitu saja. Hal ini disebabkan:

1. Masyarakat indonwsia telah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi

2. Kecakapan istimewa bangsa Indonesia yang disebut dengan istilah lokal genius

Munculnya pengaruh Hindu-Budha (India di Indonesia sangat besar dan dapat dilihat melalui beberapa hal sebagai berikut.

a. Seni Bangunan

Seni bangunan yang menjadi bukti berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia pada bangunan candi.

b. Seni Rupa/Seni Lukis

Unsur seni rupa atau seni lukis India telah masuk ke Indonesia yang dibuktikan dengan ditemukanya patung Budha berlanggam Gandara di Kota Bangun, Kutai

c. Seni Sastra

Seni sastra India turut memberi corak dalam seni sastra Indonesia. Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia , prasasti tersebut ditulis huruf Pallawa

d. Kalender

Diadopsisnya sistem penanggalan atau kalender India di Indonsa merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat denagan adanya penggunaan tahun saka. Dan juga ditemukan Candra Sangkala yaitu untuk memperingati tahun Saka.

e. Kepercayaan dan Filsafat

Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia, bangsa Indonesia telah mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Tradisi Hindu-Budha mengalami perkembangan yang cukup pesat di wilayah Indonesia dan berpengaruh pada segala sector kehidupan masyarakatnya, antara lain pada sector-sektor berikut.

a. Pemerintahan
b. Sosial
c. Ekomomi
d. Kebudayaan
e. Pendidikan dan pembentukan jaringan intelektual

Kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Budha

1. Sistem dan struktur sosial masyarakat

Pengaruh kebudayaan Hindu dalam sistem sanstruktur sosial dapat dilihat dari penerapan sistem pembagian kasta dalam masyarakat Hindu Indonesia dengan masyarakat Hindu India memiliki perbedaan-perbedaan yang mendasar. Misalnya, kasta dalam masyarakat Hindu India digunakan untuk membedakan status sosial yang sangat mendasar.

Pada masyarakat memperoleh pengaruh Budha tidak mengenal adanya kasta, tetapi dikenal adanya kelompok-kelompok dalam masyarakt, seperti :

1. Kelompok masyarakat Bhiksuni; kelompok yang tinggal di dalam wihara
2. Kelompok masyarakat umum; merupakan kelompok yang masih terpengaruh oleh unsur-unsur kehidupan duniawi

Sistem dan struktur masyarakat Indonesia yang mendapat pengaruh Budha berkembang pada masa kerajaan Hindu-Budha keperti kerajaan Holing, Sriwijaya, dan Syailendra.

2. Struktur birorasi kerajaan-kerajan Hindu-Budha di berbagai daerah d indonesia

Struktur birokrasi kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di berbagai wilayah Indonesia tidak sama, karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan tradisi masyarakatnya. Sebagai contoh, stuktur birokrasi di kerajaan Sriwijaya sebagai sebuah kerajaan maritim, maka sasaran dalam perluasan wilayah kekuasaanya lebih banyak tertuju untuk menguasai daerah lautan, maupun jalur dan pusat-pusat perdagangan yang sangat strategis dalam rangka menambah pendapatan Negara.

Dengan demikian, struktur birokrasinya bersifat langsung, karena raja memegang peranan penting dalam pengawasan terhadap tempat-tempat yang dianggap strategis. Raja dapt memberikan penghargaan terhadap penguasa daerah yang setia, dan sebaliknya dapat menjatuhi hukuman terhadap menguasa daerah yang tidak setia.

3. Sistem penguasa tanah,pajak, dan tenaga kerja pada masa kerajaan Hindu-Budha

Pada masa berkembangnya kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, apa saja yang ada di dalam wilayah kerajaan menjadi milik kerajaan sepenuhnya. Dengan kata lain, rakyat rela mempersembahkan segalanya untuk kepentingan kerajaan. Termasuk kepemilikan tanah juga dikuasai kerajaan, walaupun rakyat diberi kekuasaan untuk menggarapmya atas nama kerajaan.

Pemberlakuan pajak sudah mulai ada guna membiayai segala keperluan kerajaan. Pajak ditarik dari hasil panen rakyat oleh para pejabat ditingkat daerah untuk diserahkan kepada raja pusat. Ditingkat pusat terdapat petugas khusus yang mencatat luas kepemilikan lahan serta menetapkan pajak yang harus dipungut. Sehingga setiap daerah memiliki pembayaran pajak yang berbeda.

Kesetiaan yang tinggi bagi rakyatnya mempermudah raja dalam mengerahkan tenaga kerja. Biasanya seorang raja meminta kepada rakyatnya untuk mengerjakan sesuatu, seperti membangun jalan-jalan, candi-candi dan lain-lain. Mereka tanpa pamrih untuk mengerjakan apapun yang menjadi kewajiban terhadap raja.


4. Bukti arkeologis dari pengaruh tradisi Hindu-Budha

Apabila ditelusuri bukti-bukti arkeologis pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia, terdapat berbagai jenis dan bentuk benda-benda hasil budaya masyarakatnya. Bukti-bukti tersebut diantaranya candi, patung dewa, prasasti dan lain-lain.

Ada perbedaan fungsi dari pengertian candi. Pembuatan candi pada masa pengaruh Hindu diperuntukkan sebagai makam para raja yang wafat. Misalnya, candi prambanan. Sedangkan dalam budaya Budha, merupakn tmpat pemujaan kepada Tuhan Yang Mahaesa. Misalnya, candi Borobudur dan muara takus

Apabila dikelompokkan, candi-candi yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia terdiri dari tiga kelompom besar, yaitu: candi jenis Jawa Tengah Utara, candi jenis Jawa Tengah Selatan. candi jenis Jawa Timur.

Sedangkan peninggalan lainnya seperti prasasti-prasasti atau tulisan dibatu, misalnya prasati Ciaruteun peninggalan kerajaan Tarumanegara. Merupakan cap telapak kaki pada batu melambangkan kekuatan Raja Purnawarman pada masa itu.

Beberapa kerajaan yang terkenal di Indonesia yang mendapatkan pengaruh Hindu-Budha diantaranya: Kerajaan Kutai (Kaltim), Kerajaan Sriwijaya ( Sumsel), Kerajaan Melayu ( Jambi).


Kemunduran tradisi Hindu-Budha di Indonesia

Perkembangan pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia cukup besar, karena dapat memengaruhi seluruh sektor kehidupan masyarakatnya, bahkan tidak kurang dari 1000 tahun (400) M-1478 M) yaitu mulai dari perkembangan kerajaan Kutai hingga runtuhnya kerajaan Majapahit.

Terdapat beberapa al yang menyebabkan runtuhnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia, yaitu:

a. Tersedaknya kerajaan-kerajaan sebagai akibat munculnya kerajaan yang lebih besar dan kuat
b. Tidak ada peralihan kepemimpinan atau kaderisasi
c. Berlangsungnya perang saudara yang melemahkan kekuasaan kerajaan
d. Banyaknya daerah melepaskan diri karena lemahnya pemerintah
e. Kemunduran ekonomi dan perdagangan
f. Tersiarnya agama dan kebudayaan islam yang mudah diterima oleh para adipati di daerah pesisir.

Setelah runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, bukan berarti trsadisinya juga ikut lenyap . Kebudayaan Hindu-Budha masih terus bertahan di daerah-daerah yang mendapat pengaruh Islam.

B. Kebudayaan Islam

Selain melakukan hubungan dagang dengan Cina dan India, masyarakat Indonesia juag melakukan interaksi perdagangan dengan bangsa Arab yang membawa pengaruh islam. Selama berabad-abad Islam berkembang di Indonesia, telah banyak yang bercorak Islam, marupakn bukti kejayaan perkembanagan Islam di Indonesia.

Agama Islam pertama kali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berasal dari keturunan suku Quraisy, Arab. Beliau mulai mengajarkan agama Islam kepada bangsa Arab Mekkah yang Jahiliyah.

Secara politis, agama Islam telah dapat memepersatukan selurih suku bangsa Arab yang dulunya terpecah-belah. Agama Islam berhasil mempersatukan bangsa Arab menjadi suatu bangsa yang kuat dan berderajat tinggi. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, mucullah para khalifah yang berfungsi menggantikan jabatan Nabi.

Teori masuknya agama dan kebudayaan islam di Indonesia

Agama dan kebudayaan Islam mengalami perkmbanagan cukup pesat di wilayah Indonesia yang dilakukan dengan damai melalui aktivitas perdagangan. Karena itu perkembangannya berawal dari daerah pasir pantai.

Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, diperkirakan agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 M, yaitu pada masa kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Penafsiran para ahli ini diperkuat oleh informasi-informasi dimana pada saat itu telah terdapat pedagang-pedagang Arab yang melakukan aktivitas perdagangannya di kerajaan itu.

Pendapat lain membuktikan bahwa agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang Islam yang berasal dari Gujarat (India) . proses penyiaran agama Islam di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara selain perdagangan, seperti melalui perkawinan, politik, pendidikan, kesenian dan tasawuf sehingga mendukung meluasnya ajaran Islam

1. Perdagangan
Para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan India telah ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia sejak abad ke-7 M. hal ini, menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang Islam.
2. Perkawinan
Para pedagang islam melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang lama, banyak diantara mereka yang hidup menetap dan mempererat hubungan dengan penduduk pribumi atau kaum bangsawan.
3. Politik
Pengaruh kekuasaan seorang raja berperan besar dalam proses Islamisasi. Ketika seorang raja memeluk agama Islam, maka rakyatnya juga akan mengikti jejak rekannya.
4. Pendidikan
Para ulama, kyai, dan santri-santri memiliki peranan penting dalam penyebaran agama dan budaya Islam. Mereka mendirikan pondok-pondok pesantren, dari pesantren inilah pengembangan mengembangan agama Islam ke masyarakat dan membangunan tempat ibadah
5. Kesenian
Saluran kesenian dapat dilakukan dengan mengadakan pertunjukan seni gamelan
6. Tasawuf

Para ahli tasawuf hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat.

Melalui berbagai saluran di atas, Islam dapat diterima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke-13 M. Alasannya adalah sebagai berikut.

a. Islam bersifat terbuka, sehingga penyebaran agama Islam dapat dilakukan oleh siapa saja atau oleh setiap orang muslim
b. Penyebaran dilakukan secara damai
c. Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat
d. Upacara-upacara dalam agama Islam dilakukan secara sederhana
e. Ajaran berupaya untuk menciptakan kesejahtraan kehidupan masyarakat dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu

Pengaruh kebudayaan Islam salam berbagai kehidupan masyrakat Indonesia

Muncunya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Samudra Pasai mempunyai pengaruh besar terhadap nerdiri dan berkembangnya kerajaan dan kebudayaan Islam pada masa berikutnya. Budaya Islam telah berpengaruh dalam segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Namun, pola dasar kebudayaan yang bersifat tradisional masih tetap kuat, sehingga terdapat suatu wujud dan bentuk perpaduan budaya tradisional Indonesia dengan budaya Islam atau disebut akulturasi budaya, perpaduan ini, terlihat dengan jelas pada hasil-hasil budayanya seperti seni bangunan, aksara, atau seni rupa, seni sastra dan lainnya.

Disamping hasil-hasil budaya tersebut, perkembangan tradisi Islam di Indonesia dapat diketahui dari kehidupan sosial dalam masyarakat di berbagai daerah. Bahkan berdasarkan ajaran Islam tidak ada golongan-golongan dalam kehidupan sosial masyarakatnya, setiap manusia memiliki derajat dan hak yang sama.

Adanya, persamaan derajat dan hak ini menyebabkan perkembangan tradisi Islam di Indonesia semakin pesat, terutamapada masyarakat di daerah pesisir atau di kota-kota Bandar perdagangan.

Beberapa kerajaan di Indonesia yang mendapat pengaruh Islam dalam sisitem pemerintahannnya antara lain Kerajaan Islam, Mataram Islam, Bnjar, Banten, Gowa, dan Aceh, sistem pemerintahan atau birokrasi pada kerajaan Isam yang pernag berjuasa, memiliki banyak persamaan. Kaun agama dan para pemuka agama seperti para kyai mendapat tempat tinggi di masyarakat. Masyarakat memandang para ulama sebaga pemimpin dan mereka mematuhi nasihat-nasihatnya.

Raja beserta keluarga, para pejabat istana, syahbandar, dan kaum nigrat besera golongan ulama merupakan golongan atas dalam masyarakat saat itu. Diluar itu rakyat jelata yang terdiri atas para pedagang kecil, tukag, pengrajin dan petani. Pengaruh tradisi Islam selain telah perubah sistem sosial budaya masyarakat seperti yang telah disebutkan juag memengaruhi pembentukan jarinagn ekonomi dan intektual dalam masyarakat.

Perwujudan akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Islam

Bukti-bukti elah terjadinya akulturasi kebudayaan asli indonesi dengan kebudayaan Islam dapat dilihat dalam wujud seni bangunan seperti masjid, makam, seni rupa, dan seni sastra. Dilihat dari arsitekturnay masjid yang terdapat di Indonesia berbeda dengan mesjid dinegri lain. Terutama pada mesjid-mesjid kuno

Makam sebagi tempat kediaman yang terakhir, diusahakan pula menjadi perumahan yang sesuai dengan orang yang dikubur. Pemakaman raja bentuknya seperti istana biasanya makam orang Islam diperkuat dengan menggunakan batu yang disebut jirat atau kijing. Diatas jirat didirikan sebuah rumah yang disebut cangkup atau kubah

Penulisan aksara-aksara (huruf-huruf) Arab di Indonesia biasanya dipadukan dengan seni Jawa. Penulisan Arab yang indah atau deni kaligrafi turut mewarnai perkembanagn seni rupa Islam di Indonesia kalimat yang ditulis bersumber pada ayat-ayat al Quran maupun hadist


DAFTAR PUSTAKA 
Sapriya, dkk. (2006). Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI PRESS




Thursday, October 20, 2016

Fenomena Fisik dan Fenomena Manusia

1



FENOMENA FISIK (LINGKUNGAN ALAM) DAN FENOMENA MANUSIA (LINGKUNGAN SOSIAL) 


A. Manusia dan Lingkungannya

Permukaan bumi tempat hidup berbagai makhluk hidup. Menurut ilmu lingkungan, permukaan bumi adalah ekosistem yang sangant luas dan dapat dibedakan atas sejumlah ekosistem yang lebih kecil. Di dalam ekosistem terdapat interaksi antar makhluk hidup dengan alam lingkunagnnya. Ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan interaksi tersebut dikenal dengan istilah ekologi.

Istilah ekologi pada awalnyadiperkenalkan oleh salah seorang ahli biologi jerman, yang bernama Ernest Haekel, ekologi berasal dari kata oikos yang artinya rumah tangga dan logos yang berarti pengetahuan, jadi ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan timbal balik yang dinamis antara makhluk hidup dengan rumah tangga atau lingkungannya.

Di dalam ekosistem terdapat unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi diantaranya adalah manusia, unsur alam hayati, unsur alam nom hayati dan sumber daya buatan.

Unsur dan komponen lingkungan hidup terdiri atas (1) komponen lingkungan fisikseperti tanah, batuan, dan iklim, (2) komponen biologi seperti tumbuhan, hewan, dan jasat renik dan (3) sumber daya manusia dan sumber daya buatan sebagai hasil karya dan karsa manusia sebagai limgkungan budaya. Setiap umsur memiliki keterkaitan satu sama lain.

Denagan penjelasan diatas, hidup manusia dipermukaan bumi tidak sendirian, melainkan ditemani makhluk yang lain, yaitu tumbuhan, hewan dan jasad renik.

Hubungan antara makhluk, terutama manusia dengan lingkungannya. Sebenarnya telah berlangsung sejak lama, ketika manusia hadir untuk pertama kalinya di permukaan bumi, maka pada saat itu pulalah manusia sudah membutuhkan bantuan lingkungan, seperti membutuhkan udara bersih untuk bernafas, membuh=tuhkan air untuk minum dan mandi, serta membutuhkan pakian dan tempat tinggal yang semua bahan-bahannya berasal dari alam, baik diambil langsung maupun tidak.

Walaupun hubungan antar manusia dan alam lingkunagnnya sangat erat, tetapi para ahli berbeda pendapat terhadap pola hubungan tersebut. Satu pihak ada yang berpendapat bahwa prilaku manusia sangat ditemtukan oleh pengaruh alam lingkungannya, tetapi pihak lain sebaliknya yaitu justru manusia sangat dominan dalam mempengaruhi atau merubah keadaan alam.

Aliran fisis determinis, didukung oleh Friederich Retzel (1844-1904) seorang tokoh geografi jerman yang menyatakan bahwa alam (memang sangat) menentukan kehidupan manusia.

Aliran fisis determinis kurang popular di Eropa. Ferdinand Von Richthofen menyarankan bahwa aliran fisis determinis tidak selalu benar bahkan banyak kekeliruan. Ia menyatakan bahwa permukaan bumi merupakan landschaft yang didalamnaya mempelajari trntang leadaan alam dan aktivitas manusia yang ada pada alam yang didiaminya. Paul Vidal de la Blache (1854-1918) menentang faham fisis determinis. Ia mengatakan bahwa alam bukan merupakan penentu suatu kebudayaan, fissik atau rohani manusia, tetepi alam hanya berfungdi debagai pemberi kemungkinanterhadap aktivitas manusia yang akan melahirkan kebudayaan. Karena itu manisia adalah makhluk yang dapat bertindak aktif tidak menunggu segala sesuatu yang disediakan oleh alam (Pasya, 1996;53)

Kebutuhan dasar akan mendapat respon budaya dan setiap masyarakat, menurut Mutakin dan Pasya (2000) adalah sebagai berikut, yaitu respon budaya terhadap kebutujan yang menunjang terhadap kehidupan yang melahirkan mata pencaharian

Kebutuhan dasar kedua menyangkut keinginan untuk melanjutkan keturunan, kondisi alam, manusia tidak akan selamanya terhindar dan kecelakaan yang mungkin menimpanya, kerena itu mereka harus menjaga keselamatannya sendiri, detiap manusia semenjak dilahirkan sampai menjadi dewasa mengalami pertumbuhan, setiap pertumbuhanya memerluakn pendidikan dan setiap masyarakat memiliki cara tersendiri .

B. Kemajemuakan Agama, Ras dan Etnik

Ahili genetik menyatakan bahwa keragaman manusia pada dasarnya diterima dari sejumlah sifat orangtuanya, seperti bentuk hidung, warna kulit, bentuk dan warna rambut,warna mata dan sebaginya, unit-unit pembawa sifat tersebut disebut genes; ribuan pasang genes tersusun dalam pasangan-pasangan krosoma ; tetapi setiap sel reproduktif dari seorang laki-laki dan perempuan hanya membawa satu dari setiap pasangan genes, hasil kerja sama fertilisasi dan atau perkawinan ini , selanjutnya berkembang dalam janin sehingga jumlah pasangan ganes tersebut menjadi sama seperti yang terdapat pada orangtuanya.

Varitas baru yang dilahirkan adalah kelanjutan dan peristiwa mutasi gene, suatu perubahan struktur yang permanen dalam suatu gene, suatu penataan kembali atom-atom dalam suatu kompleks molekul , sebagai akibat hilangnya atua pindahnya beberapa sifat, Akumulasi mutasi-mutasi dalam suatu kelompok, biasanya membawa perubahan-perubahan yan intensif. Kondisi-kondisi yang dilepaskan dari peristiwa mutasi-mutasi tersebut adalah slection dan isolation yang dipengaruhi oleh relativitas lokasi dimana individu tersebut tumbuh dan berkembang,

Dalam pengelompokan ras manusia, para ahli membagnya menjadi tiga kelompok yaitu Negroid, Mongoloid, dan Caucasoid. Kemasan Negroid meliputi kelopmpok orang yang berkulit hitam rambut hitam keriling halus, mata gelap, hidung lebar dan datar, bibir tebal, kepala panjang postur tubuh pendek dan kokoh. Kemasan Mongoloid rata-rata bercirikan kulit kuning terang sampai coklat , mata cklat, rambut hitam lurus hitam mengkilap, hidung dan muka datar kepala datar, epicahnthic eyefold, tulang pipi menonjol, postur tubuh pendek dan kokoh. Kemasan Caucasoid rat-rat bercirikan mata dan kulit terang, rambut mengkilap bergelombang, hidung sempit, bibir tipis dan berbulu badan lebat.

Di kalangan orang-orang prmitif, agama memuat keyakinan terhadap sejumlah kekuatan yang ada di luar manusia sebagai tempat untuk memohon petinjuk ketika mereka menghadapi saat-saat kritis. Kekuatan-kekuatan tersebut dapat saja sebagai roh orang yang telah mati, makhluk halus yang menghuni gunung, batu besar, pohon besar, pada binatang tertentu dan segala makhluk yang tidak berwujud, kepercayaan terhapad makhluk-makhluk halus tesrbut dikenal dengan sebutan Animisme.

Berbeda dengan kepercayaan ma’na yaitu, kekuatan supernatural yang dimanifestasikan pada individu tertentu atau pada benda yang dianggap memiliki kekuatan luar biasa dan keajaiban. Sampai sekarang, jenis kepercayaan ini dihubungkan denagn masyarakat yang masih terbelakang, disebut Tribal Religions yang merupakn awal dari terbentuknya sistem kepercayaan di muka bumi.

Kemudian religi yang hidup dalam masyarakat sederhana atau primitive, tidak lain karna adanya fenomena alam yang berada diluar jangkauan dan keterbatasan pemikiran manusa dalam menjawab fenomena tersebut, sehingga mereka menganggap adanya kekuatan dahsyat yang tidak dapat ditalukkan oleh kekuatan manusia. Karena ketidakberdayaan ini, maka manusia mencari pegangan yang dapat melindungi dirinya dengan mencoba menyelaraskan hubungan manusia dengan alam lingkungannya, dan memenusi “permintaan” yang diduga oleh manusia dengan cara melakukan persembahan dan berprilaku yang baik melalui norma-norma yang dihasilkannya, baik dalam bentuk anjuran, keharusan, maupun larangan.



C. Pembangunan di Indonesia

Pada proses globalisasi, bagi pembangunan Indonesia akan membawaproses peralisan yaitu dari kehidupan tradisional-terisolasi menuju kehidupan yang modern dan terbuka. Proses globalisasi bukan masalah sederhana bagi masyarakat Indonesia. Dampaknya selain menuntut prilaku dan gaya hidup modern , juga menuntut integritas pribadi kinerja , dan produktivitas yang tinggi sebagai ciri manusia modern.

Dampak globalisasi adalah terciptanya ketidak-seimbangan antara kepentingan-kepentingan Negara kaya dan industri besar di satu fihak dan kepentingan Negara berkembang dan rakyatnya di lain fihak. Hal ini dapat menimbulkan frustasi dan munculnya berbagai ekses akibat globalisasi. Perusahaan-perusahaan Negara industri yang beroperasi di dunia ketiga yang seharusnya memikul tanggung jawab mendidik, melatih penduduk setempat untuk meningkatkan daya kerja dan pengetahuan yang terkait dengan produksi pada kenyataannya perusahaan-perusahaan tersebut hanya mengeruk kekayaan, memanfaatkan fasilitas dan tidak memperhatikan tanggung jawab dan nasib buruh Negara berkembang. Ini salah satu kepincanagn besar dari proses globalisasi.

Teknologi ini tidak kalah pentingperanannya dalam mendorong proses globalisasi. Dalam dimensi ekonomi global , berkembangnya teknologi komunikasi sangat jelas kedudukannya, yaitu dapat berdampak positif jika masyarakat dunia mampu memanfaatkan teknologi ini seara efektif untuk membuka akses penawaran produksi dan jasa ke dunia internasional. Jika ha tersebut terjadi maka tentu saja dapat meningkat dan pemperluas peluang pasar.

Multicultural merupakan suatu keindahan bila identitas masing-masing bidaya dapat dihargai bersama anak bangsa. Masalah sekarang adanya persentuhan dan saling berhubungan antara anak bangsa yang berbeda suku bangsa dan rawan terhadap pemaksaan dari suatu pihak terhadap pihak lainnya seperti upaya menyeragaman budaya tertentu dapat memperkuat penolakan dari budaya-budaya daerah, atau yang lebih parah bila upaya mempertahankan tersebut, justru disertai dengan semakin menguatnya Etnosentrime.

Etnosentrime secara formal didefenisikan sebagai pandangan bahwa kelompok sendiri adalah pusat segalanya dan kelompok lain akan slalu sibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompok sendiri. Menurut Poerwanti etnosentrime membuat kebuyaan diri sebagai patokan dalam mengukur baik buruknya , atau tinggi rendahnya dan benar atau ganjilnya kebudayaan lain dalam proprosi kemiripannya dengan kebudayan sendiri. Orang-orang yang berkepribadian etnosentris cendrung berasal dari kelompok masyarakat yang mempunyai banyak keterbatasan bai dalam pengetahuan, pengaaman, maupun komunikasi, sehingga sangat mudah terprovokasi. Etnosentrime adalah sejumlah kerusuhan dan perang antar suku yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada awal reformasi.

Gambara dunia yang sedemikian beragam dan bertekologi semakin canggih peru ada kebijakan pembangunan di masa depan bagi Indonesia.

1. Proses globalisasi yang ditandai denagan pekembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu ciri kehidupan di masa yang akan datang

2. Dampak kemajuan teknologi informasi juga menuntut anak bangsauntuk bijak mensikapi pengaruh dari perkembangannya.

3. Pada masa yang akan datang pertumbuhan penduduk akan terus semakin tinggi, dampaknya akan mendorong ekspolitasi sumberdaya alam yang berlebihan, penurunan kualitas lingkungan, perubutan penguasaan lahan, dan pemicu tumbuhnya terorisme dunia.

4. Dorongan untuk memunculkan sikap etnosentris juga akan terus berkembang ketika modernisasi di tanah air mengalami kesenjangan.

5. Akibat lanjutnya dari perkembangan teknologi informasi adalah tumbuh kembangnya keterbukaan informasi melalui media masa

Perkembangan pembangunan yang memungkinkan bangsa Indonesia untuk membangun sebenarnya telah dikonsepkan daam susunan kesadaran setiap warga Negara Indonesia, yaitu bahwa bangsa kita memiliki Modal Dasar Pembangunan Nasional yaitu (1) Kemerdekaan dan Kedaulatan Bangsa Indonesia, (2) Kedudukan geografi Indonesia yang memberi kondisi almiah serta kedudukan dan peranan strategi yang sangat tinggi nilainya, (3) Sumber-sumber kekayaan alam, (4) Jumlah penduduk yang besar, (5) Modal Rohaniah dan Mental yaitu Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa serta keyakinan bangsa atas kebenaran falsafah pancasila, (6) Modal Budaya, (7) Potensi efektif bangsa atau prestasi pembangunan yang telah dicapai, termasukkekuatan sosial politik, (8) Tentara Nasional Indonesia sebagai kekuatan Hankam dan Kekuatan Sosial

Selain Modal Dasar yang telah disebutkan diatas, Bangsa Indonesia juga memiliki wawasan dan keyakinan bahwa rakyat, bangsa, Negara dan seluuh Wilayah Nusantara tempat hidupnya merupakan suatu kesatuan yang utuh dan tidak dapt dipisahkan yang kemudian kita kenal Wawasan Nusantara. Wawasan yang telah memperkuat rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan menyadari kebhinekaan sebagai kekayaan yang utuh diantara rakyat Indonesia (Bhinneka Tunggal Ika).

Untuk mengukuhkan modal yang telah dimilikinya dan Modal Mental Wawasan Nusantara bangsa indosesia juga dikuatkan dengan keyakianan dirinya untuk bersama-sama tangguh dalam kemampuannya dalam mempertahankan Negara yang dicintainya dengan Konsep Ketahanan Nasional yaitu ketahanan diidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan mempertahankan keamanan IPOLEKSOSBUDHANKAM.

Pasca reformasi, pembangunan Indonesia “diformat” ulang dalam sebuah program otonomi daerah yaitu memberi kewenangan yang lebh besar kepada daerah Kota dan Kabupaten dalam proses pembangunan. Dengan Undang-undang otonomi daerah ini maka setiap sector pembangunan dipertimbangkan dalam kerangka otonomi daerah.



DAFTAR PUSTAKA

Sapriya, dkk. (2006). Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI PRESS

Individu dan Masyarakat

0



A. Pengertian Individu Dan Masyarakat

1. Pengertian individu

Setiap manusia lahir ke dunia membawa potensi diri masing-masing yang dapat dikembangkan kemudian hari melalui proses belajar atau pendidikan. Oleha karena itu manusia lahir sebagai makhluk individu, memiliki perbedaan yang kahsdengan manusia lain, hal ini sesuai denagn pendapat Allport mengatakan bahwa individu berasal dari kata “individe” yang berarti tidak dapat dibagi-bagi, maksudnya bahwa manusia merupakan satu kesatuan jiwa dan raga yang tak dapat dipisah satu sama lain. Seorang manusia dapat dikatakan sebagai seorang individu apabila adanya keterpaduan antar jiwa dan raga. Kegian fisik yang dilakukan mausia merupakan manifentasi dari kegiatan psiskisnya. Contohnya: seorang melakukan kegiatan menulis merupakan perintah dari jiwauntuk menyuruh fisiknya (dalam hal ini tangannya) untuk menusis sesuatu dengan pulpen pada kertas. Tanpa adanya keterpaduan dari kedua kedua aspek tersebut maka manusia tidak dapat malakukan sesuatu secara sempurna

Abu Ahmadi (1991) mengemukan bahwa “individu” berasal dari bahasa latin yaitu “individum”artinya yang tak terbagi. Oelh karna itu individu merupakan suatu sebutan yang dapat dicapai untuk menyebutkan suatu kesatuan yang kecil dan terbatas. Manusia merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub sistem psko biologi dan sub sistem mental-psikologis,

Pada saat anak lahir kedunia ini, sampai usia kanak-kanak awal (sampai umur 5 tahun) ia mulai mengenal siapa dirinya. Melalui proses sosialisasi yang dimulai dari lingkunagan keluarganya ia mulai mengenal “aku”. Proses ini terus tumbuh dan berkembang samapai seseoranf terbentuk kepribadiannya secara utuh. Kepribadian adalah keseluruhan prilaku individu yang merupakan hasil interaksi anrata potensi-potensi bio-psiko-fisik yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental-psikologis, jika mendapatkan rangsangan dari lingkunagan (N. Sumaatmadja;1986)

Selanjutnya Allport mengemukakan pula bahwa ”kepribadian adalah orgsnisasi dinamis dari pada psiko-phisik seorang manusia yang turut menentukan

cara-cara berprilaku dan bersikap yang unik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Memperhatikan dari kedua pengertian kepribadian di atas terdapat beberapa unsur yang sama mengenai kepribadian yaitu : (1) merupakan suatu ketentuan fisikdan psiskis, (2) melahirkan pola prilaku yang unik bagi setiap manusia, (3) dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Di satu sisi manusia adalah makhluk yang memiliki perbedaan bila denagn manusia lainnya; sebagai makhluk individu, manum di lain sisi manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari manusia lain, karena manusia memiliki kebutuhn yang sangat kompleks tetapi ia dapat memenuhi memenuhi kebutuhannya itu.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan dalam hajat hidupnya itulah individu manusia, harus bergaul denagn manusia lain dalam suatu kelompok sosial, yang kita kenal denagn sebutan masyarakat.

2. Pengertian masyarakat

Kita masyarakat merupakan terjemahan dari kata (komunitas). Secara definitive dapat didefinisikan sebagai kelompok manusia yang terdiri dari sejumlah keluarga yang bertempat tinggal di suatu tempat (wilayah) tertentu baik di desa maupun di kota yang telah terjadi interaksi sosial antar anggotanya atau adanya hubungan sosialyang memiliki norma dan nilai tertentu yang harus dipatuhi oelh semua anggotanya dan memiliki tujuan tertentu pula.

Unsur-unsur dari masyarakat menurut Mac Iver dan Page: seperasaan, sepenanggunagn, saling memerlukan. Disamping itu ada tipe masyarakat menurut Davis, sebagai berikut: (1) jumlah penduduk, (2) luas kekayaan dan kepadatan penduduk, (3) memiliki fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh organisasi masyarakat yang bersangkutan.

Pada masyarakat modern sering dibedakan antara masyrakat pedesaan dan masyrakat perkotaan bentuk “rual community” dan “urban community”.

Dalam kehidupan masyarakat padesaan, hubungan yang terjadi antara anggota masyarakat terjalin secara erat, mendalam dengan sistem kehidupan berkelompok. Dilihat dari sudut pemerintahan, hubungan antara penguasa dengan rakyatnya berlangsung secara tidak resmi, di mana segala sesuatu yang menyangkut kepentingan bersama dilaksanakan secara musyawarah. Ciri lainnya adalah tidak adanya pembagian kerja yang tegas.

Pada masyarakat perkotaan (urban community) tekanan pengertian terletak pada sifat-sifat serta ciri-ciri kehidupan yang yang berbeda dengan masyarakat pedesaan dalam menilai keperluan hidup.

Yang menjadi pusat perhatian pada masyarakat desa dalam memperhatikan kebutuhan hidup dikhususkan pada keperluan utama dari kehidupan fungsi pakaian, makanan, rumah dan lain-lain. Sementara pada masyarakat kota , orang-orang telah memandang penggunaan kebutuhan hidup dari sudut pandang masyarakat sekitarnya. Perbedaan yang terlihat dari penekanan perhatian pada fungsi dan pemenuhan kebutuhan sosial

Dilihat dari jenis masyarakat terdiri dari masyarakat desa dan masyarakat kota. Masyarakat desa memiliki karakteristik tertentu yaitu; sifat keagamaan yang kental, kurang kemandirian, tidak terlalu terkait dengan pembagian kerja yang tegas dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Sedangkan masyarakat kota memiliki karakteristik; (1) kehidupannay tidak terlalu mengarah kepada kehidupan agamis saja, (2) rasa individualitas dan kemandirian yang tinggi, (3) memiliki pembagian kerja yang tegas dan (4) berfikir lebih rasional.


B. STRUKTUR, PRANATA, DAN PROSES SOSIAL BUDAYA

1. Struktur Sosial

Kata stuktur berasal dari bahasa inggris yaitu “structure” yang berarti susunan atau tingkatan dari sesuatu, baik itu meruapakan organisasi maupun mengenai susunan suatu kelompok masyarakat. Kata sosial berasal dari kata socius yang artinya “berkawan”. Jadi secra etimologis stuktur sosial dapat diartikan susunan dari berkawan.

Di sisi lain struktur sosial dapat pula menggambarkan suatu susunan masyarakat dilihat dari lapisan-lapisan yang ada dalam suatu masyarakat. Dikenal tiga lapisan masyarakat yaitu; (1) lapisan sisial rendah, (2) lapisan sosial menengah, (3) lapisan sosial tinggi

Terdapat beberapa teori tentang pelapisan sosial sebagi berikut:

1. Teori fungsionalis, yang dikemukakan oleh Emile Durkheim menyatakan bahwa setiap masyarakat memandang aktivitas yang satu lebih penting daripada yang lainnya.

2. Teori Reputasi atau teori nama baik, menurut Wamer. Status seseorang ditetapkan oleh pendapat (pertimbangan) orang lain. Dasar pertimbangannya adalah pendapatan, prestise, dan pendidikan.

3. Teori struktur. Sosiolgi yang mengembangkan teori ini adalah Treiman. Dari hasil penelitiannya ia mengambil kesimpulan, bahwa dalam masyarakat yang berlain-lainan, tidak ada perbedaan dalam penyususnan tingakt prestise pekerjaan

Pengaruh pelapisan sosial tampak pada kehidupan.karena pergaulan sosial akan lebih banyak terjadi antara individu dari lapisan sosial yang sama, maka akan terdapat kesamaan corak hidup, gaya hidup, misalnya dalam hal jenis hiburan, jenis olah raga yang digemari, bahsa organisa dan sebaginya.

Di sisi lain Koentjaraningrat mengemukakan bahwa “ dalam menganalisis masyarakat, seseorang peneliti merinci kehidupan masyarakat iu kedalam unsur-unsurnya, yaitu pranata, kedudukan sosial dan peranan sosial. Walaupun demikian, tujuan peneliti adalah untuk mencapai pengertian mengenai prinsio-prinsip kaitan antara berbagai unsur masyrakat itu.

Adapun kerangka yang dapat menggambarkan kaitan-kaitan seperti terurai diatas, dalam ilmu antropologi disubut struktur sosial atau sosial structure dari suatu masyarakat.

2. Pranata Sosial

Kata pranata diambil dari bahasa inggris yaitu “ social institution” yang oleh para ahli ilmu sosial di Indonesia diartikan secara berbeda-beda. Pranata sosial dalam pengertian ilmu sosial tidaklah sama persis dengan istilah lembaga dalam arti wadah atau badan.

Pranata sosial pada dasarnya bermula dari adanya kebutuhan-kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan tersebut perlu dalam keteraturan sehingga akhirnya diperlukan adanya norma yang menjamin keteraturan sehingga akhirnya diperlukan adanya norma yang menjamin keteraturan tersebut. Norma-norma tersebut akhirnya berkembang menjadi pranata sosial yang pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia.

Kebutuhan manusia sangatlah beraneka ragam ,sehingga pranata sosial yang mendukungnya pun beraneka ragam pula. Misalnya manusia mempunyai kebutuhan untuk berkembang biak atau mengembangkan keturunan oleh karena itu manusia membentuk pranata keluarga yang akan mrengatur pemenuhan kebutuhannya itu. Dalam pranata keluarga maka ada sejumlah norma yang mengaturnyamulai dari kegiatan meminang, melamar, pernikahan, upacara adat, hubungan kekerabatan, dan sebagainya.

Manusia juga memiliki kebutuhan dengan Tuhannya, maka lahirlah pranata agama. Kebutuhan manusia dibidang pendidikan melahirkan pranata pensdidikanyang wujudnya seperti sekolah dasar. Kebutuhan dalam bidang ekonomi melahirkan pranata ekonomi mislnya sandang, pangan, papan dan jasa. Kebutuhan dibidang politik melahirkan politik yang berkaitan dengan kekuasaan.

Dari uraian di atas menemuakn beberapa contoh pranata sosial, misalnya pranata agama, ekonomi, keluarga, pendidikan dan politik.banayaknya pranata sosial sangat tergantung kepada kompleksitas masyarakat intu.

Pranata sosial yang dibentuk manusia tidak lain tujuannya ialah untuk memenuhi kebutuhab yang sangat kompleks. Oleh karena itu pranata sosial mempunyai fungdi sebagai berikut:

1. Memberi pedoman kepada masyarakat
2. Menjaga kebutuhan dari masyarakat yang bersangkutan
3. Memberi pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendlian sosial
3. Proses Sosial Budaya

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan memiliki akal. Dengan akal dan fikirannya ia bisa memenuho segala kebutuhannya. Oleh karenanya manusia dapat menciptakan sesuatu berupa hasil karya yang dpat dimanfaatkan oleh manusia dan masyarakat. Para ahli antropologi mengemukakan bahwa kebudayaan itu adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.

Menurut A.L Kroeber dan C. Kluckhohn mengemukakan definisi tentang kebudayaan yang disimpulkan dalam suatu buku. Jadi kata “kebudayaan” dan “culture”, kata kebudayaan berasal dari sansekerta ”budayah” yaitu” budi” atau ”akal”. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan ; hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Ada pula yang menghapus kata budaya sebagi suatu perkembangan dari majemuk “budi-daya”, yang berarti “budi” dan “daya”. Karena itu mereka membedakan “budaya” dengan “kebudayaan”. Budaya adalah “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan “kebudayaan” adalah hasil dari cipta,karsa dan rasa itu. Kata “budaya” di sini hanya dipakai sebagai suatu singkatan saja dari “kebudayaan” dengan arti yang sama.

Adapun kata culture, yang merupakan kata asing yang sama artinya dengan “kebudayaan” berasal dari bahasa latin “colere” yang berarti “mengolah, mengerjakan”, terutama mengolah tanah atau bertani. Dalam arti berkembang arti colore yang berarti segala daya upaya dan tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.

Dari beberapa definisi kebudayaan dan arti kata secara etimologi diatas iranya dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kebudayaan adalah “segala daya cipta. Karsa dan rasa manusia dalam mengolah lingkungan baik ingkungan fisik maupun lingkunagn sosial agar menjadi suatu yang berguna dan bermanfaat.

Kebudayaan yang berkembang di suatu daerah kadang-kadang bukan merupakan milik asli daerah tersebut, ada kalanya telah dipengaruhi oleh budaya lain atau Negara lain. Seperti halnya kebudayaan Indonesia yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan Bara, berupa bahasa, kesenian, gaya hidup dan lain-lain.

Proses sosialisasi kebudayaan ini dinamakan assimilasi dan akulturasi.

Assilmilasi adalah suatu proses sosial, dimana ada dua golongan manusia denagn l.atar kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujud menjadi unsur kebudayaan campuran. Biasanya golongan tersangkut dalam suatu proses assimilasi adalah suatu golongan mayoritas dan beberapa golonagn minoritas.

Sedangkan akultrasi dimana suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur dari kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri ( Koentjaraningrat,1990:248)

Terdapat perbedaan antara “kebudayaan” dan “peradaban”. Peradaban adalah sama dengan istilah “civilization”, yang biasanya dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju dan indah. Seperti contoh: kesenian, ilmu pengeahuan, tgnologi dan sebaginya. Istilah peradaban sering pula dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem tegnologi, ilmu pengetahan,seni bangunan, sistem kenegaraan dan masyarakat kita yang semakin maju dan kompeks.


C. INTERAKSI INDIVIDU DAN MASYARAKAT

Dalam melangsungkan kehidupannya dan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat kompeks, manusia harus melakukan interaksi atau saling berhubunagn antara yang satu dengan yang lainnya. Sebelumnya kita harus mengenal apa iu interaksi, interaksi adalah saling berhubungan antara dua manusi atau ebih, diman manusia yang satu terhadap yang lain saling mempengaruhi.

Masyarakat yang aspeknya dinamis, terdiri dari individu-individu dan kelompok-kelompok yang berada dalam interaksi.

Interaksi sosial yang terjadi antara individu dan masyarakat:

1. Interaksi yang melibatkan sejumah orang
2. Adanya tingkat keintiman
3. Adanya proses sosial

Untuk lebih jelasnya tentang bentuk-bentk interaksi sosial yang menyatuakn (integrasi) dapat diikuti uraian berikut :

1. Coperation (koperasi)
Koparasi adalh bentuk kerja sama di man satu sama lain saling membantu guna mencapai suatu ujuan bersama. Ada tiga jenis koperasi (kerja sama) yang didasarkan perbedaan di dalam organisasi kelompok atau di dalam setiap kelompok, yaitu: (1) kerja sama primer, (2) kerja sama skunder dan (3) kerja sama tertier.

2. Consensus (kesepakatan)
Consensus dimaksudkan suatu persetujuan , baik yang diucapkan maupun tidak. Consensus memungkinkan untuk dilaksanakan bila ada 2 pihak atau lebih ingin memelihara suatu hubungan yang masing-masing memandangnya sebagai kepentinagan sendiri

3. Assimilation (kesepakatan)
assimilasi adalah perpaduan dari dua kebudayaan atau lebih melebur menjadi satu-satunya yang homogen, jadi assimilasi hanya terdapat diantara orang-orang atau golongan-golongan yang datang

dari berbagai kebudayaan yang berbeda, misalnya;
a. Kebudayaan arab dengan kebudayaan Indonesia
b. Kebudayaab Barat dengan kebudayaan Indonesia
c. Dan sebagainya

Sedangkan disintegrasi adalah seperti diuraikan brikut ini .

1. Konflik (persengketaan)
Konflik adalah usaha yang dengan sengaja menentang, melawan, atau memaksa kehendaknyakepada orang lain.

Dipandang dari segi terjadinya, konflik dapat dibagi atas dua macam;
a. Corparete conflict, yaitu konflik yang terjadi antara group dengan group dalam suatu masyarakat
b. Personal conflict, yaitu konflik yang terjadi antra individu dengan individu

2. Kompetisi (persaingan)
Kompetisi merupakan usaha yang disengaja untuk menentang kehendak orang lain.dan tidak mengandung paksaan. Kompetisi selalu dikuasai dan diatur oleh norma-norma moral, sedangkan konfik tidak demikian halnyalnya.

Pola interaksi antara individu dengan masyarakat dapat di bagi menjadi 3:
a. pola interaksi individu dengan individu di mana
b. Pola interaksi antar individu dengan kelompok
c. Pola interaksi kelompok dengan kelompok

Ketiga pola intrekasi tersebut merupakan sarana terbentuknya suatu masyrakat yang saling berinteraksi secara intensif sehingga akan tercapai tujuan bersama. Tidak bisa dihindari dalam pola interaksi yang mana pun yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang terjadi konflik dan kompetisi, karena setiap individu manusia mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Oleh karena itu untuk menyamakan visi dan misi mak perlu diadakan pertemuan atau musyawarah bersama agar terjadi kesepakatan pendapat, sehingga tercapai tujuan hidup bersama





DAFTAR PUSTAKA

Sapriya, dkk. (2006). Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI PRESS